2. Kerusakan peralatan dan lingkungan.
- Suhu tinggi (60°C) mempercepat laju korosi.
- Degradasi lapisan enamel karena aging.
- Frekuensi initiating event: 0.1 per tahun.
No |
Layer of Protection (LOP) |
Deskripsi |
PFD (Probability of Failure on
Demand) |
1 |
Material dan Desain Pipa |
Pipa karbon steel berlapis enamel (tahan korosi). |
0.1 (Lapisan enamel rusak
setelah 5 tahun) |
2 |
Inspeksi Berkala |
Inspeksi visual dan NDT
(Non-Destructive Test) setiap 6 bulan. |
0.5 (Korosi tersembunyi tidak
terdeteksi) |
3 |
Sistem Deteksi Kebocoran |
Sensor pH dan flow meter untuk mendeteksi penurunan tekanan. |
0.1 (Sensor gagal karena
fouling) |
4 |
Alarm dan Prosedur Darurat |
Alarm kebocoran asam dan
prosedur evakuasi. |
0.2 (Alarm tidak
direspons cepat) |
5 |
APD (Alat Pelindung Diri) |
Operator menggunakan jas kimia,
face shield, dan sarung tangan asam. |
Frekuensi Risiko Awal:
Total PFD:
Frekuensi Risiko Mitigasi:
4. Toleransi Risiko
Berdasarkan standar perusahaan, frekuensi risiko yang dapat diterima untuk cedera ringan adalah .
Hasil: → Risiko dapat diterima, tetapi lapisan perlindungan perlu ditingkatkan untuk mencegah kegagalan bersamaan.
- Upgrading Material Pipa: Ganti pipa dengan material Hastelloy atau PP (Polypropylene) yang lebih tahan korosi.
- Enhanced Inspection: Terapkan inspeksi ultrasonik setiap 3 bulan untuk mendeteksi ketebalan pipa dan korosi tersembunyi.
- Sistem Deteksi Otomatis: Pasang sensor kebocoran asam yang terhubung ke sistem shutdown otomatis (SIS - Safety Instrumented System) dengan SIL 1.
- Pelatihan dan Simulasi: Latih operator untuk respons darurat dan penggunaan APD secara benar.
- Bund Wall dan Sistem Netralisasi: Bangun bund wall sekitar pipa dan instal sistem penyemprotan natrium bikarbonat untuk menetralkan tumpahan asam.
Post a Comment for "Studi Kasus: Kebocoran Asam Sulfat Akibat Korosi Pipa dengan Analisis Layer of Protection Analysis (LOPA)"